Malam yang terjaga 

Standard

Bismillaahirrahmaanirrahim 

Malam yang terjaga, ditemani simfoni alam yang begitu merdu. Menunjukkan ke-Maha-annya. 

Disini.. Aku terpekur, mengingat kealpaan diri

Entah bagaimana rupa ini dihadap-Nya.. Terlintas sudah semua laku diri.. Namun, tetap berharap diampuni
#random

Advertisements

Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Standard

Bismillaahirrahmaanirrahim

Nice home work 4 yang sangat terlambat saya kerjakan…    😦

Membaca kembali satu persatu materi matrikulasi, membuat kembali saya merenung dan akhirnya sedikit demi sedikit menemukan momen ‘aha’

Pilihan jurusan yang saya tulis di NHW 1 adalah jurusan pendidikan anak terutama pendidikan berdasarkan praktik nabi (parenting nubuwah/ prophetic parenting) 

Saya masih memilih jurusan tersebut karena saya menyadari itu adalah yang saya butuhkan saat ini dan hal itu sesuai dengan potensi serta peran yang saya ambil dalam kehidupan ini.

Lalu, apa saya sudah konsisten mengisi checklist yang ditugaskan di NHW 2? Jujur saja, saya belum konsisten untuk melakukannya, dan saya sejauh ini pun saya belum sepenuhnya mengevaluasi checklist tersebut. Saya hanya mencheklist dalam pikiran saja, tidak saya tuangkan dalam tulisan.  :((

Melihat kembali NHW 3  mengenai peran spesifik saya dalam kehidupan, mulai terbayang apa maksud Allah menciptakan saya di muka bumi. Tentu saya sadari penciptaan saya bukan suatu hal yang sia-sia. Ada misi dan peran penting yang harus saya jalankan di dalam kehidupan ini. Namun saya sadari, sesungguhnya yang saya lakukan adalah untuk kebaikan saya sendiri. Artinya, jika saya mengambil peran sebagai pendidik, sesungguhnya saya sedang mendidik saya sendiri dan itu untuk kebaikan saya sendiri, sedangkan untuk orang lain itu adalah efeknya saja.

Untuk mencapai tujuan dan misi kehidupan tersebut, saya harus menyusun ilmu-ilmu tersebut dan hal ini saya adopsi dari kurikulum ibu profesional, lalu saya tentukan juga milestonenya. Hmm..sesuatu yang menantang, karena untuk menjadi profesional saya harus memiliki 10.000 jam terbang  😱

Bismillaah.. Bersama Allah kita bisa  🙌

1. Bunda sayang  (KM 0 – KM 1 : 5 tahun)

2. Bunda cekatan (KM 1 – KM 2 : 5 tahun)

3. Bunda produktif  (KM 2 – KM 3 : 5 tahun)

4.  Bunda shalihah (KM 3 – KM 4 : 5 tahun)

Dan akhirnya mengutip kata-kata Bu Septi

LAKUKAN..LAKUKAN.. LAKUKAN…

 

puzzle

Standard

bismillaahirrahmaanirrahiim

Ah,,

memang, hidup itu suatu gambar utuh dari potongan sabar dan syukur

dan aku makin memahami Allah menginginkan kita senantiasa sabar dan syukur bagaimana pun keadaannya

kata

Standard

bismillaahirrahmaanirrahiim

berjalan kesana kemari
mengikuti alunan kaki
mencari setitik arti
menemukan hikmah yang tersembunyi

harapan-harapan yang terpatri
telah menjadi harapan diri
tak mengapa karena ku tak sendiri
ada Dia yang selalu menyertai

biarlah ku coba mengikuti takdirNya
menyusun puzzle-puzzle dengan susunan indah
sebagai hamba, aku hanya berusaha
hanya Dialah yang menentukan segalaNya

Rabb
dengan segala kelemahanku
kuadukan keluh kesahku
hanya Engkau yang dapat membantu
menghilangkan risau dalam hatiku

**
random
kurililingandikampusbumisiliwangi

25 Karakter Istri Sholihah

Standard

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

kembang sepatu..

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya.

Sebagian sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian ‘urf  (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf.

Diantara sifat-sifat istri sholihah  itu adalah..

View original post 300 more words

Wanita Bekerja, Ibu Rumah Tangga dan Aktualisasi Diri

Standard

nice..
🙂

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

the blessings..

Semalam di grup WhatsApp,  seorang kawan bercerita tentang mimpinya. Mimpi yang sederhana saja, mimpi untuk menjadi seorang Ibu Rumah Tangga.

“I just want to be a pious wife and mom.. Ga lebih dari itu.. Ga pingin kerja kantoran..”

Jujur saja saya merasa salut. Mungkin jika yang berkata begitu seseorang seperti saya yang tak punya titel, akan biasa saja rasanya. Tapi kawan saya ini menempuh pendidikannya di luar negri, dengan jurusan yang tidak biasa pula bagi perempuan sepertinya.

View original post 635 more words

mental kuat

Standard

Bismillaahirrahmaanirrahiim

‘Mata Najwa’ kemarin malam menyajikan kembali suguhan yang begitu ‘menggigit’. Ditampilkan sosok sederhana, berwibawa, berdedikasi, dan berwibawa, seorang walikota Surabaya, Bu Rasmi.

Saya baru menonton ‘Mata Najwa’ di 30 menit terakhir, tapi alhamdulillaah banyak ilmu yang didapat, dan akhirnya saya pun menonton tayangan itu di Youtube.

Sudah banyak yang menyoroti dan mengomentari tayangan Mata Najwa kemarin malam itu. Namun, satu kata kunci yang saya dapat dari beliau, ‘semua itu hanya titipan dan semua itu akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Tuhan kelak’. Luar biasa, beginilah seharusnya sosok seorang pemimpin, seseorang yang takut pada Rabb-nya.

Tak dapat dipungkiri, bahwa Bu Risma adalah seorang wanita (ya iyalah ^^). Maksud saya, beliau pasti banyak melibatkan aspek perasaan, emosi dalam setiap langkahnya, begitu yang beliau ungkap. Terlihat sekali dari gesture dan cara mengungkapkan perasaan selama beliau diwawancara. Hmm,, bisa dibilang menyentuh sekali 🙂 ..

Dari petikan wawancara kemarin malam, saya menangkap bahwa menjadi pemimpin itu tidak mudah, banyak intrik, banyak sikut sana-sikut sini,,
pantas saja seorang pemimpin yang adil Allah ganjar dengan balasan surga. Ya,,itulah takdir yang sekarang harus dijalani oleh Bu Risma. Semoga Allah menguatkan langkah kaki beliau.

Jadi teringat percakapan saya dengan suami di suatu hari,
‘Bang, pantas ga kalau aku berpolitik -jadi anggota dewan-?’
‘Ga’, jawabnya sambil terkekeh
‘Kenapa?’
‘Lha, ditinggal abang pergi keluar kota yang hanya sehari aja udah nangis’
🙂

Hmm..dipikir-pikir benar juga,,
mental untuk menghadapi ujian-ujian di dunia politik itu harus kuat
aku???
InsyaaAllah menguatkan diri dulu aja kalau suami pergi-pergi keluar kota,,hhhee
^^